Delapan tahun merantau di Negara
Adidaya, Amerika, Mully Mc Lain yang akrab disapa Mollywood, kini tergolong
fotografer handal dan artis- model kenamaan di Negeri Paman Sam. Tapi sukses
yang diraih wanita single-parrent asal Jakarta ini bukanlah tanpa
perjuangan, tidak juga tanpa kepahitan hidup.
BERMULA
pada 25 Juni 2005, ibu dua anak (saat itu masih kecil-kecil) ini untuk pertama
kalinya menginjakkan kaki di daratan Amerika. Tekadnya untuk mencari nafkah di
Negara Adidaya itu di antaranya didorong semangat untuk mendapatkan uang banyak
demi usaha mengobati ayahandanya yang sejak lama menderita penyakit kanker.
Intinya, saat itu Mollywood yang berstatus janda dan sekian lama dihimpit
kesulitan hidup, mengharap datangnya kemudahan yang diridhoi Allah SWT.
“Saya
yakin Allah SWT pasti mendengar doa-doa dan permohonan hambanya. Sejak lama
saya memang berharap anak-anak saya kelak mampu meraih pendidikan yang baik dan
mendapatkan masa depan yang baik pula. Di sisi lain saya juga ingin
membahagiakan orangtua, terutama ayah saya yang sekian lama menderita sakit
kanker,” ujar Mollywood dalam suratnya kepada Penulis.
Langkah
awal yang dilakukan Mollywood untuk menggapai impiannya di Amerika adalah
mengajukan permohonan visa ke Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Alhasil
permohonan itu dikabulkan, tapi saat yang sama ia merasa menemukan kesulitan
baru karena bekal biaya untuk meraih mimpinya itu nol-besar.
Lagi-lagi
Allah SWT menurunkan karunia-Nya kepada Mollywood yang tak pernah bosan meminta
pertolongan. Seseorang bernama Ko David (diakui Mollywood dalam suratnya, Ko
David adalah orang terdekatnya waktu itu – Red) mengirimkan sejumlah
uang untuk bekal merantau ke Amerika.
Mollywood
jujur mengatakan, saat hendak meninggalkan keluarga (terutama ayahnya yang
sedang sakit kanker) dan Tanah Air tercinta, perasaan sedih amat menguasai
hatinya. Tapi apa boleh buat, semuanya harus dilakukan demi masa depan anak dan
kesembuhan penyakit ayahnya.
Korban Penipuan
Singkat
cerita, sampailah Mollywood di Amerika. Rasa kebingungan harus ke mana dan
bagaimana nanti di sana yang terus menghantui pikiran selama perjalanan dari
Indonesia segera sirna manakala seorang teman se-Tanah Air menjemputnya di
Airport LAX – Amerika. Di Negara Super Power, katanya, tidak ada yang gratisan.
Menumpang tidur di kamar teman, di sunset
bulevard, menurut Mollywood adalah nikmat Allah yang tak ternilai.
Namun, tak
disangka tak dinyana, belum lama tinggal di Amerika, Mollywood sudah jadi
korban penipuan. Dan sedihnya lagi, ia ditipu oleh temannya sendiri. Ceritanya
bermula ketika adik temannya itu mengaku dapat mengurus kartu identitas (ID)
atau izin tinggal Mollywood di Amerika asalkan mau menyediakan dana yang cukup.
“Janjinya
dalam dua hari ID-tinggal saya bisa selesai. Tapi ternyata sampai berhari-hari,
yang dijanjikannya tidak terbukti. Padahal saya sudah memberikan uang kepadanya
dalam jumlah besar,” kisahnya.
Mollywood
Kerugian
lebih besar lagi ketika temannya meminjam uang Mollywood dengan janji akan
dikembalikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, ternyata sang teman
mengingkari janjinya itu. Belakangan Mollywood sadar dirinya telah ditipu.
“Karena
terjadi peristiwa yang tidak saya inginkan itu, bekal hidup saya di Amerika
tinggal 20 dolar AS. Saat itu saya cemas kalau-kalau tidak bisa bertahan hidup
di negeri orang,” kata Mollywood.
Lagi-lagi
Allah SWT mendengar doa hambanya yang merasa kesulitan. Seorang ibu (Mollywood
tidak menyebutkan namanya) menolongnya dengan cara memasukkan Mollywood bekerja
sebagai perawat wanita renta di rumah keluarga warga negara Belanda di Amerika.
Beruntung, keluarga itu bisa berbahasa Indonesia.
“Sungguh,
saya senang sekali bisa bekerja dan tinggal di rumah keluarga Belanda di
Amerika yang bisa berkomunikasi dengan bahasa saya. Cobaan dan kesulitan yang
baru saja saya alami pun menjadi terlupakan.”
Pengalaman
lain Mollywood ketika ia bekerja sebagai pelayan di sebuah toko swalayan milik
orang Indonesia dengan gaji lumayan besar, dan di tempat ini dia bisa belajar
menjadi kasir. Setelah bekerja selama setahun setengah di took swalayan
tersebut, Mollywood memilih keluar karena pemilik supermarket tidak bisa
membayar gaji karyawan.
Demi masa
depan anak-anaknya serta upaya kesembuhan ayahnya, Mollywood selama tujuh tahun
mengirim sebagian penghasilannya ke Tanah Air. Selama itu pula dia harus
melawan rasa rindu bertemu keluarganya. “Syukur Alhamdulillah, Allah SWT
lagi-lagi menolong saya. Dari uang yang saya kumpulkan, saya bisa memiliki
kamera untuk tujuan mencari uang. Akhirnya saya bisa menjadi tukang foto
(fotografer amatir -Red).”Perjuangannya yang tanpa kenal lelah
menegaskan Mollywood adalah sosok yang tidak mudah menyerah, dan tidak cepat
puas atas apa yang diperolehnya, namun selalu bersyukur ketika karunia Allah
SWT menghampirinya.
Jadi Fotografer Profesional
Setelah berhasil mengantungi Kartu
Hijau (green card) sebagai identitas fotografer profesional di
Hollywood, di mana dia berhak mengabadikan wajah-wajah artis dunia, Mollywood
pun tidak lagi dikucilkan para seniornya. Sukses ini tidak lepas berkat
kebaikan seorang teman fotografer (pendahulu) yang berjiwa pembimbing. “Saya
mendapatkan banyak pengetahuan teknik pemotretan dari teman fotografer itu.
Tentu saja itu semua saya yakini sebagai skenario dan ridho Allah SWT.
Karenanya saya senantiasa melakukan sujud syukur atas segala kemudahan yang
saya peroleh, terlebih selama di Amerika yang tantangannya tidak kecil.”
Pada awal-awal karirnya sebagai
fotografer para selebritis Hollywood, Mollywood mengaku harus bersusah-payah
mencari di mana ada event penting yang melibatkan artis-artis Hollywood. Tapi
kini, Mollywood yang telah dikenal kalangan pelaku seni di Amerika justru lebih
banyak dicari para artis, dan dengan demikian rejekinya pun mengalir.
Salah satu pengalaman luar biasa
yang tak pernah terlupakannya ketika ia melakukan pemotretan dengan Helikopter
Photoshoot. Selain itu, Mollywood yang kini tidak hanya berprofesi sebagai
fotografer, tapi juga sering menjadi objek pemotretan forografer lain dalam
kapasitas sebagai foto-model itu. Mengaku sangat bersyukur karena sudah banyak
mengikuti acara red-carpet, tidak sedikit pula cover majalah Hollywood
dihiasi foto wajahnya. Di antaranya penghias cover Majalah Exotifitic, Heat and
Cold News, Diversity, dan Sunshine.
Sebagai fotografer profesional yang
banyak dikenal artis dunia, Mollywood pernah diwawancarai oleh Global TV
Amerika, NBC 4 dalam acara EXTRA bersama Celebrities David Hasselholf (Knight
Rider and Baywacht), dan acara Dancing with the Star di TV ABC. Sementara
sebagai model cover majalah, wajahnya pun sempat ‘beredar’ sampai Philipina dan
Iran.
Dokumentasi foto pribadinya bersama
artis dunia yang terkenal merupakan kebanggaan tersendiri bagi Mollywood. Para
selebritis internasional itu antara lain Direktur Motion Picture Jarvee
Huthersoon, Erick Bennet ( ex suami Haley Belly ) Nick Cannon ( suami Mariah
Carey), Kim Kadharsian, Khloe Kadharsian, Odom Lamar, Malcolm Mc Dowel, Frank
Stallone ( adik dr Sylvester Stallone ) Putri dari German Sheriff County LA,
Raja dari Germany,
Foto bersama public-figur Indonesia,
dengan Ruth Sahanaya, Sophia Latjuba, Sarah Azhari, Indra bekti, Safir Senduk,
AB tree, Andre hehanusa, Menteri Marie Pangestu, Diin Syamsuddin, Ari Tulang,
Didik Nini Towok juga menjadi dokumentasi penting Mollywood,
Karena kesibukannya sebagai fotografer selebritis
profesional merangkap foto-model, maka Mollywood merasa perlu ditangani secara
khusus oleh seorang manajer. Untuk pekerjaan profesional itu Mollywood
mempercayakannya kepada Greg Thompson.
Pada bagian akhir suratnya kepada
Penulis, Mollywood mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan untuk
berbagi-rasa, semoga kisah perjalanan hidupnya bisa membantu orang lain yang
ingin mencoba mengadu nasib di Amerika. Selain itu, ia berharap pengalamannya
bisa menjadi inspirasi buat pembaca. Karena menurutnya satu hal yang selalu ia
yakini bahwa sesulit apapun hidup kita, selama kita masih mau berusaha dan
berdoa, maka insya Allah kemudahan itu akan datang. M. Ali Sumaredi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar