Rabu, 30 Oktober 2013

Belajar dari Kisah Mollywood



Delapan tahun merantau di Negara Adidaya, Amerika, Mully Mc Lain yang akrab disapa Mollywood, kini tergolong fotografer handal dan artis- model kenamaan di Negeri Paman Sam. Tapi sukses yang diraih wanita single-parrent asal Jakarta ini bukanlah tanpa perjuangan, tidak juga tanpa kepahitan hidup.
            BERMULA pada 25 Juni 2005, ibu dua anak (saat itu masih kecil-kecil) ini untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di daratan Amerika. Tekadnya untuk mencari nafkah di Negara Adidaya itu di antaranya didorong semangat untuk mendapatkan uang banyak demi usaha mengobati ayahandanya yang sejak lama menderita penyakit kanker. Intinya, saat itu Mollywood yang berstatus janda dan sekian lama dihimpit kesulitan hidup, mengharap datangnya kemudahan yang diridhoi Allah SWT.
            “Saya yakin Allah SWT pasti mendengar doa-doa dan permohonan hambanya. Sejak lama saya memang berharap anak-anak saya kelak mampu meraih pendidikan yang baik dan mendapatkan masa depan yang baik pula. Di sisi lain saya juga ingin membahagiakan orangtua, terutama ayah saya yang sekian lama menderita sakit kanker,” ujar Mollywood dalam suratnya kepada Penulis.
            Langkah awal yang dilakukan Mollywood untuk menggapai impiannya di Amerika adalah mengajukan permohonan visa ke Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Alhasil permohonan itu dikabulkan, tapi saat yang sama ia merasa menemukan kesulitan baru karena bekal biaya untuk meraih mimpinya itu nol-besar.
            Lagi-lagi Allah SWT menurunkan karunia-Nya kepada Mollywood yang tak pernah bosan meminta pertolongan. Seseorang bernama Ko David (diakui Mollywood dalam suratnya, Ko David adalah orang terdekatnya waktu itu – Red) mengirimkan sejumlah uang untuk bekal merantau ke Amerika.
Mollywood jujur mengatakan, saat hendak meninggalkan keluarga (terutama ayahnya yang sedang sakit kanker) dan Tanah Air tercinta, perasaan sedih amat menguasai hatinya. Tapi apa boleh buat, semuanya harus dilakukan demi masa depan anak dan kesembuhan penyakit ayahnya.
Korban Penipuan
Singkat cerita, sampailah Mollywood di Amerika. Rasa kebingungan harus ke mana dan bagaimana nanti di sana yang terus menghantui pikiran selama perjalanan dari Indonesia segera sirna manakala seorang teman se-Tanah Air menjemputnya di Airport LAX – Amerika. Di Negara Super Power, katanya, tidak ada yang gratisan. Menumpang tidur di kamar teman, di sunset bulevard, menurut Mollywood adalah nikmat Allah yang tak ternilai.
Namun, tak disangka tak dinyana, belum lama tinggal di Amerika, Mollywood sudah jadi korban penipuan. Dan sedihnya lagi, ia ditipu oleh temannya sendiri. Ceritanya bermula ketika adik temannya itu mengaku dapat mengurus kartu identitas (ID) atau izin tinggal Mollywood di Amerika asalkan mau menyediakan dana yang cukup.
“Janjinya dalam dua hari ID-tinggal saya bisa selesai. Tapi ternyata sampai berhari-hari, yang dijanjikannya tidak terbukti. Padahal saya sudah memberikan uang kepadanya dalam jumlah besar,” kisahnya.

 Mollywood
Kerugian lebih besar lagi ketika temannya meminjam uang Mollywood dengan janji akan dikembalikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Namun, ternyata sang teman mengingkari janjinya itu. Belakangan Mollywood sadar dirinya telah ditipu.
“Karena terjadi peristiwa yang tidak saya inginkan itu, bekal hidup saya di Amerika tinggal 20 dolar AS. Saat itu saya cemas kalau-kalau tidak bisa bertahan hidup di negeri orang,” kata Mollywood.
Lagi-lagi Allah SWT mendengar doa hambanya yang merasa kesulitan. Seorang ibu (Mollywood tidak menyebutkan namanya) menolongnya dengan cara memasukkan Mollywood bekerja sebagai perawat wanita renta di rumah keluarga warga negara Belanda di Amerika. Beruntung, keluarga itu bisa berbahasa Indonesia.
“Sungguh, saya senang sekali bisa bekerja dan tinggal di rumah keluarga Belanda di Amerika yang bisa berkomunikasi dengan bahasa saya. Cobaan dan kesulitan yang baru saja saya alami pun menjadi terlupakan.”
Pengalaman lain Mollywood ketika ia bekerja sebagai pelayan di sebuah toko swalayan milik orang Indonesia dengan gaji lumayan besar, dan di tempat ini dia bisa belajar menjadi kasir. Setelah bekerja selama setahun setengah di took swalayan tersebut, Mollywood memilih keluar karena pemilik supermarket tidak bisa membayar gaji karyawan.
Demi masa depan anak-anaknya serta upaya kesembuhan ayahnya, Mollywood selama tujuh tahun mengirim sebagian penghasilannya ke Tanah Air. Selama itu pula dia harus melawan rasa rindu bertemu keluarganya. “Syukur Alhamdulillah, Allah SWT lagi-lagi menolong saya. Dari uang yang saya kumpulkan, saya bisa memiliki kamera untuk tujuan mencari uang. Akhirnya saya bisa menjadi tukang foto (fotografer amatir -Red).”Perjuangannya yang tanpa kenal lelah menegaskan Mollywood adalah sosok yang tidak mudah menyerah, dan tidak cepat puas atas apa yang diperolehnya, namun selalu bersyukur ketika karunia Allah SWT menghampirinya.
Jadi Fotografer Profesional
Setelah berhasil mengantungi Kartu Hijau (green card) sebagai identitas fotografer profesional di Hollywood, di mana dia berhak mengabadikan wajah-wajah artis dunia, Mollywood pun tidak lagi dikucilkan para seniornya. Sukses ini tidak lepas berkat kebaikan seorang teman fotografer (pendahulu) yang berjiwa pembimbing. “Saya mendapatkan banyak pengetahuan teknik pemotretan dari teman fotografer itu. Tentu saja itu semua saya yakini sebagai skenario dan ridho Allah SWT. Karenanya saya senantiasa melakukan sujud syukur atas segala kemudahan yang saya peroleh, terlebih selama di Amerika yang tantangannya tidak kecil.”
Pada awal-awal karirnya sebagai fotografer para selebritis Hollywood, Mollywood mengaku harus bersusah-payah mencari di mana ada event penting yang melibatkan artis-artis Hollywood. Tapi kini, Mollywood yang telah dikenal kalangan pelaku seni di Amerika justru lebih banyak dicari para artis, dan dengan demikian rejekinya pun mengalir.
Salah satu pengalaman luar biasa yang tak pernah terlupakannya ketika ia melakukan pemotretan dengan Helikopter Photoshoot. Selain itu, Mollywood yang kini tidak hanya berprofesi sebagai fotografer, tapi juga sering menjadi objek pemotretan forografer lain dalam kapasitas sebagai foto-model itu. Mengaku sangat bersyukur karena sudah banyak mengikuti acara red-carpet, tidak sedikit pula cover majalah Hollywood dihiasi foto wajahnya. Di antaranya penghias cover Majalah Exotifitic, Heat and Cold News, Diversity, dan Sunshine.
Sebagai fotografer profesional yang banyak dikenal artis dunia, Mollywood pernah diwawancarai oleh Global TV Amerika, NBC 4 dalam acara EXTRA bersama Celebrities David Hasselholf (Knight Rider and Baywacht), dan acara Dancing with the Star di TV ABC. Sementara sebagai model cover majalah, wajahnya pun sempat ‘beredar’ sampai Philipina dan Iran.
Dokumentasi foto pribadinya bersama artis dunia yang terkenal merupakan kebanggaan tersendiri bagi Mollywood. Para selebritis internasional itu antara lain Direktur Motion Picture Jarvee Huthersoon, Erick Bennet ( ex suami Haley Belly ) Nick Cannon ( suami Mariah Carey), Kim Kadharsian, Khloe Kadharsian, Odom Lamar, Malcolm Mc Dowel, Frank Stallone ( adik dr Sylvester Stallone ) Putri dari German Sheriff County LA, Raja dari Germany,
Foto bersama public-figur Indonesia, dengan Ruth Sahanaya, Sophia Latjuba, Sarah Azhari, Indra bekti, Safir Senduk, AB tree, Andre hehanusa, Menteri Marie Pangestu, Diin Syamsuddin, Ari Tulang, Didik Nini Towok juga menjadi dokumentasi penting Mollywood,
Karena kesibukannya sebagai fotografer selebritis profesional merangkap foto-model, maka Mollywood merasa perlu ditangani secara khusus oleh seorang manajer. Untuk pekerjaan profesional itu Mollywood mempercayakannya kepada Greg Thompson.
Pada bagian akhir suratnya kepada Penulis, Mollywood mengucapkan terima kasih telah diberi kesempatan untuk berbagi-rasa, semoga kisah perjalanan hidupnya bisa membantu orang lain yang ingin mencoba mengadu nasib di Amerika. Selain itu, ia berharap pengalamannya bisa menjadi inspirasi buat pembaca. Karena menurutnya satu hal yang selalu ia yakini bahwa sesulit apapun hidup kita, selama kita masih mau berusaha dan berdoa, maka insya Allah kemudahan itu akan datang. M. Ali Sumaredi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar